Selasa, 21 Mei 2013

Pelajaran Bahasa Indonesia: Anekdot 2

Anekdot Bikin Cair Kelas
Mengajar Menyenangkan Pelajaran Bahasa Indonesia
oleh: Hari Untung Maulana

Sinestesia, Perluasan Makna, dan Menceritakan Pengalaman Pribadi




ANEKDOT
Sinestesia

Sinestesia adalah pergeseran makna yang diakibatkan oleh pertukaran indra yang berbeda. Misalnya kalimat ‘Wah wajahnya manis sekali’. Arti kata manis pada kalimat tersebut bukan berarti dia sudah pernah menjilati (indra pengecap) wajah dari orang lain. Tetapi adanya pergeseran makna dari indra pengecap ke indra penglihatan.
Ketika guru menjelaskan tentang sinestesia. Guru dapat memberikan contoh Harum sebagai kata yang mengandung sinestesia. Contoh kalimat, ‘Nama pahlawan itu sangat harum di Indonesia. Harum adalah pertukaran indra dari penciuman menjadi perasaan.
Usai memberi contoh, guru dapat  mengajukan pertanyaan. “Menurut kalian, siapa nama putri Indonesia yang sangat terkenal sejak dahulu?” (anak-anak sih biasanya jawab Kartini, Cut Nya’ Dien, bahkan ada yang jawab Nyonya Meneer).
“Asal tahu saja, nama putri Indonesia yang sangat terkenal adalah Harum. Buktinya, nama dia ditulis dalam sebuah lagu… (nyanyikan penggalan lagu Ibu Kita Kartini) “… Putri Indonesia, Harum namanya.”

ANEKDOT
Perluasan Makna

Salah satu kata yang meluas maknanya adalah ‘guru’. Jika dahulu semua orang yang mengajar orang lain (tidak peduli dimana ia mengajar; bisa di pantai, hutan, gunung, bahkan di masjid) disebut guru, tetapi saat ini hanya orang yang mengajar di kelas dalam institusi sekolah saja yang disebut guru.
Usai memberikan materi tersebut, guru dapat bercerita bahwa, di Indonesia ada seorang guru perempuan yang sangat terkenal. Karena, semua anak didiknya pasti menjadi orang yang sopan, santun, menyayangi orang tua, menghormati guru, dan setia kawan. Kalian tahu siapa? (tunggu beberapa saat sampai anak-anak mulai menebak).
Namanya adalah Sri Diman Sularsih. Panggilannya Bu Diman. (anak-anak kebingungan). Lho kalian pasti pernah mendengar nama beliau, karena diabadikan dalam sebuah lagu yang sangat terkenal. Begini lagunya…(nyanyikan) “….Hormati gurumu sayangi teman, itulah tandanya kau murid Bu Diman.”

  
ANEKDOT
Cerita Pengalaman Pribadi

Setelah beberapa siswa maju ke depan kelas untuk menceritakan pengalaman pribadinya. Guru dapat memberikan cerita ini. (cerita ini sesungguhnya fiktif, tetapi diharapkan guru dapat bercerita seolah-olah ini adalah pengalaman pribadinya).
“Saat itu saya masih sangat kecil. Saya ingat sekali, awalnya kami naik mobil santai saja. Cuma dua orang, saya dan ayah saya. Tiba-tiba mobil kami ditabrak dari belakang dengan sangat keras. Saya berteriak-teriak, begitu juga ayah saya. Mobil kami berputar-putar di tengah jalan dan masuk ke jalur lain. Setelah berhenti, kembali mobil kami ditabrak oleh mobil dari jalur lain itu. mobil kami berputar-putar lagi (bukan terguling-guling). Yang saya ingat, mobil kami ditabrak oleh lebih dari empat mobil. Dari depan, belakang, kanan, dan kiri.
Alhamdulillah setelah dua puluh menit dalam keadaan mengerikan, kami berdua dapat keluar dari mobil tanpa mengalami luka sedikitpun. (anak-anak biasanya memperlihatkan rasa kekaguman). Guru menutup cerita tersebut dengan mengatakan. Yah, itu tadi pengalaman saya pertama kali naik bom-bom car (mobil senggol) di Pasar Malam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

terima kasih sudah memberi masukan